Saya pernah sangat mencintai orang itu. Ia yang mengisi kekosongan hati saya yang telah ditinggal pergi orang lain. Ia yang membuat saya bisa merasakan rasanya ' dicintai dengan tulus '
Tapi apa yang saya pikirkan tak sama dengan kenyataannya. . .
Ia mungkin tidak mencintai saya. Mungkin itu bukan perasaannya yang sesungguhnya pada saya. Karena dari apa yang saya lihat, ia mengatakan bahwa saya bukanlah siapa-siapa. Ia tidak mengakui saya sebagai kekasihnya saat itu. Ia meragukan perasaan saya.
Padahal saat itu saya merasa bahagia dan berpikir untuk membuat cokelat dan mengirimkan padanya karena beberapa hari lagi adalah hari valentine. Dan tidak sengaja aku melihat'nya'.
Karena itulah, saya memutuskan meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Dan dia pun tidak mencegah ataupun mempertahankan saya. Bahkan dia mengatakan bahwa ia juga berpikir seperti itu, mengakhiri semua.
Ya, itu memang kisah lama. Sudah berakhir. Tidak ada lagi perasaan tersisa.
Hei kau,
kemungkinan untuk kau membaca ini menurutku adalah 0,1%
tapi jika kemungkinan 0,1% itu terjadi, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tak akan mengganggumu atau pun berusaha mendapatkan perhatianmu lagi. Tapi aku hanya ingin tahu satu hal, setelah itu aku akan menghilang. . .
Apakah saat kau mengatakan kata-kata cinta itu, benar-benar ada rasa 'cinta'??

" I would love to talk to you in person. But I understand why that can't be. I'll leave you alone for good, I promise. If you answer this one question for me. I just wonder, do you ever think of me anymore? Do you? " - Do you by NeYo
